RILIS AKSI TOLAK OMNIBUS LAW

Rabu bertepatan pada tanggal 4 Maret 2020, Aliansi BEM Seluruh Indonesia wilayah BSJB (BEM Se-Jabodetabek Banten) mengadakan aksi di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.

Aksi yang dilakukan mahasiswa ini bertujuan untuk menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja, apabila RUU tersebut disahkan akan banyak merugikan pihak masyarakat terutama buruh dan pekerja.

Aksi dimulai dari titik kumpul di wilayah gedung TVRI. Saat mahasiswa tiba di gedung TVRI cuaca berubah dari terang benderang menjadi hujan lebat. Namun, hal tersebut tak menyurutkan semangat mahasiswa untuk membela masyarakat Indonesia.

Aksi dimulai pada pukul 13.00 dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan long-march dari gedung TVRI menuju gedung DPR/MPR.

Aksi berjalan lancar dan damai diiringi dengan beberapa mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di wilayah BSJB yang menyampaikan suara dan aspirasinya melalui orasi ataupun puisi. Mahasiswa pun membawa gimik berupa cotton bud dalam ukuran besar yang dipasang di pagar gedung DPR/MPR, tak lupa juga setiap mahasiswa yang hadir dalam aksi tersebut memegang cotton bud. Hal tersebut merupakan bentuk rasa kekecewaan mahasiswa yang disini mewakili suara masyarakat Indonesia terhadap pemerintah yang seakan tuli dengan suara, tangisan bahkan teriakan yang disampaikan oleh masyarakat Indonesia.

Aksi berjalan lancar hingga ada suatu momen ketika mahasiswa mencoba untuk maju ke depan gedung DPR/MPR pihak polisi mencoba untuk menahan mahasiswa hingga terjadi sedikit gesekan antara mahasiswa dan polisi dalam beberapa saat. Namun setelah kejadian tersebut kedua belah pihak mencoba menenangkan keadaan hingga kondisi kembali stabil. Bahkan ada momen romantisme ketika mahasiswa sedang duduk untuk mendinginkan situasi, pihak polisi yang berjaga memberikan air mineral kepada mahasiswa.

Mahasiswa mendapatkan hasil yang mengecewakan karena tuntutan tidak dipenuhi oleh pihak DPR karena para anggota DPR sedang berada dalam masa reses. Padahal kabarnya ada wakil ketua DPR yang berada di dalam gedung namun beliau pergi meninggalkan gedung melalui pintu belakang. Walau massa aksi mahasiswa kali ini kecolongan, namun Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia Remy Hastian mengatakan bahwa dengan kekecewaan yang ada maka mahasiswa akan membangun kembali eskalasi yang lebih besar untuk mendobrak gerbang dan masuk ke dalam gedung DPR/MPR. Hal tersebut sekaligus menutup aksi “Tolak Omnibus Law” pada tanggal 4 Maret 2020.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

#ReformasiDiKorupsi
#OmnibusLawUntukSiapa
#TolakOmnibusLaw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *